Sinergi Komunitas dan Apresiasi Internasional
Kegiatan ini melibatkan 49 panitia yang terdiri dari guru-guru SIC, pembina Pramuka, Racana KBRI Kairo, PPMI Mesir, dan Wihdah. Sinergi antara elemen pendidikan dan komunitas Indonesia di Mesir menjadi kekuatan utama suksesnya kegiatan ini.
Kepala Sekolah SIC, Kak Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini perlu menjadi tradisi. “Kami ingin perkemahan ini tak hanya menjadi pengalaman, tapi tradisi positif yang memperkuat karakter anak-anak kita,” ujarnya.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Bapak Abdul Muta’ali, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi capaian penting karena:
-
Berhasil menyelenggarakan perkemahan di luar area sekolah (Port Said)
-
Menjadi ajang kolaborasi internasional dengan Kepanduan Republik Arab Mesir
-
Mendapat apresiasi dari Kwarnas Pramuka RI berupa video sambutan
-
Menjadi momentum awal pembinaan Pramuka bagi seluruh Diaspora Indonesia di Mesir, termasuk mahasiswa Al Azhar
“Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga di luar ruang. Anak-anak bangun pagi, lebih dekat dengan alam, dan belajar kedisiplinan dalam suasana yang menyenangkan,” ujar Abdul Muta’ali.
Kegiatan ditutup dengan upacara penutupan, pembagian hadiah, dan kerja bakti membersihkan area perkemahan—menjadi simbol bahwa Pramuka adalah tentang tanggung jawab dan kebersamaan.


