“Saya sangat senang karena ini merupakan pengalaman pertama kali naik kereta tanpa
didampingi orangtua, saya merasa lebih mandiri.” cerita Jovan Keitaro Lim, peserta didik SDK 9 PENABUR yang mengikuti Spirit of Braveness gelombang pertama.

Ia mengaku mendapatkan banyak teman baru yang ramah dan menyenangkan dari sekolah lain.
“During Spirit of Braveness, I developed a new habit of being more independent and
self-sufficient. I started doing things on my own, like carrying my own bag, getting up early, and taking charge of my schedule. It was amazing to see how I was able to take care of myself and make my own decisions!” ungkap Gracia Valentina Wibowo, peserta didik SPK SDK PENABUR Kelapa Gading membagikan pengalamannya.
Bagi Jovan, aktivitas Spirit of Braveness selama lima hari berlangsung seru dan membuatnya jarang main gadget. Sedangkan Gracia berpendapat, kegiatan paling menyenangkan adalah ketika berkendara menggunakan jeep di area wisata Gunung Merapi, “The route was bumpy and that is what makes it very fun.” tuturnya.
Spirit of Braveness kegiatan inovatif dan kreatif
Selain menikmati pemandangan indah dalam sejuknya cuaca sembari menyaksikan matahari terbit, di lereng gunung aktif itu para peserta didik juga melakukan doa pagi bersama sebagai ungkapan syukur atas ciptaan Tuhan.
“Kami memilih Yogyakarta sebagai destinasi karena merupakan kota pusat kebudayaan yang perlu diperkenalkan kepada peserta didik secara langsung dari ahlinya. Mulai dari seni tari, kerajinan tangan, dan makanan khas yang dapat membangkitkan rasa cinta tanah air dan kreativitas peserta didik. Selain itu, keramahan penduduk lokalnya juga bisa dijadikan pelajaran berharga.” tutur Lidya Ida Fatonah, Kepala Bagian Kegiatan Kesiswaan Layanan dan Pendukung Pendidikan (Lapendik) BPK PENABUR Jakarta, yang menjadi pelaksana Spirit of Braveness.


