“Saya akan menyerahkan tugas dan tanggung jawab yang saya emban selama ini kepada Ketua Umum agar supaya berkaitan dengan Manajer Timnas ke depan dicarikan sosok yang paling tepat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya memilih manajer tim nasional yang memiliki dedikasi, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab tinggi.
Menurut Sumardji, peran manajer tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis dalam mendukung kinerja pelatih dan pemain di dalam maupun luar lapangan.
“Paling ikhlas dan paling bertanggung jawab, yang terbaik ke depannya. Selanjutnya saya akan fokus di Badan Tim Nasional karena ke depan berkaitan dengan tugas-tugas yang harus dikerjakan,” katanya.
Sebagai Ketua BTN PSSI, Sumardji memandang tantangan ke depan akan semakin kompleks. BTN memiliki peran sentral dalam menyusun peta jalan pembinaan tim nasional lintas kelompok umur, mulai dari level usia muda hingga senior.
Konsistensi program, sinkronisasi dengan pelatih, serta kesinambungan kompetisi menjadi fokus utama yang membutuhkan perhatian penuh.
Sumardji bukan sosok baru dalam struktur Timnas Indonesia. Ia telah mengisi posisi Manajer Timnas Indonesia sejak era kepemimpinan Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI pada 2019.
Ketika Erick Thohir terpilih memimpin PSSI pada 2023, Sumardji tetap dipercaya melanjutkan tugasnya sebagai manajer tim nasional.
Sebelum menangani tim senior, Sumardji juga pernah menjabat sebagai Manajer Timnas Indonesia U-19 pada 2019.
Pengalaman tersebut kemudian berlanjut di Timnas Indonesia U-23, termasuk saat mengantarkan Garuda Muda meraih medali emas SEA Games 2023 di Kamboja, sebuah prestasi bersejarah setelah penantian panjang.


