Penumpang lainnya, Rendi Pangestu, menggambarkan suasana panik yang terjadi sesaat setelah tabrakan. “Ditabrak, panik semua. Kami yang di depan saja terpental, tidak tahu kondisi di gerbong belakang,” kata dia.
Rekaman video yang beredar menunjukkan kondisi stasiun dipenuhi penumpang yang berusaha menyelamatkan diri. Sejumlah orang tampak saling membantu proses evakuasi di peron.
Beberapa korban terlihat duduk dan berbaring dengan luka di bagian kepala dan tubuh, sementara penanganan darurat dilakukan menggunakan peralatan seadanya.
Rangkaian KRL yang terdampak masih berada di sisi peron dengan kondisi lampu mati dan pintu terbuka.
Akibat insiden ini, perjalanan kereta di lintas Bekasi dan sekitarnya mengalami gangguan. Petugas gabungan dari kepolisian, PT KAI, dan tim penyelamat masih bekerja di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.[*]


