Ia juga menyoroti dukungan pemerintah terhadap olahraga prestasi, termasuk kebijakan penghargaan bagi atlet berprestasi.
“Pemerintah memberikan apresiasi yang luar biasa. Satu medali emas dihargai satu miliar rupiah. Ini bentuk dukungan nyata yang harus kita jawab dengan prestasi,” katanya.
Menghadapi periode ketiga kepemimpinannya, Airlangga mengakui tantangan ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, PB WI berkomitmen melanjutkan sistem pembinaan prestasi dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembinaan atlet usia dini, serta penguatan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Selain prestasi, PB WI juga berupaya mengembangkan wushu sebagai olahraga budaya yang dapat menjangkau lapisan masyarakat lebih luas.
Airlangga berharap seluruh keputusan Munas dapat menjadi landasan strategis dalam penyusunan program kerja ke depan dan dilaksanakan secara konsisten oleh PB WI maupun Pengda.
“Solidaritas dan persatuan organisasi harus terus dijaga. Dengan kebersamaan dan komitmen kuat, saya yakin Wushu Indonesia mampu mempertahankan tradisi prestasi dan terus mengharumkan nama bangsa di level internasional,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Airlangga menegaskan komitmennya menyiapkan roadmap jangka panjang menuju Olimpiade 2032. Fokus utama diarahkan pada pembinaan atlet muda dan junior sebagai regenerasi, seiring sejumlah atlet senior yang mulai memasuki masa pensiun.
“Atlet senior harus selalu dilapis atlet junior. Karena itu pembinaan usia dini menjadi kunci. Kami tidak khawatir karena potensi atlet muda kita sangat besar,” ujar Airlangga.


