Proses penentuan pemenang dilakukan oleh panelis independen yang bekerja sejak Februari 2026. Tim panelis terdiri dari unsur NOC Indonesia dan sejumlah jurnalis senior olahraga nasional, termasuk Krisna Bayu dan Richard Sam Bera.
Penilaian dilakukan berdasarkan capaian prestasi di ajang multievent internasional, kualitas performa, kontribusi terhadap perkembangan olahraga, hingga implementasi nilai Olympism seperti excellence, friendship, dan respect.
Untuk kategori pelatih dan federasi, aspek tata kelola organisasi serta integritas juga menjadi bagian penting dalam penilaian.
Dalam kategori atlet bela diri terbaik, penghargaan diberikan kepada Safira Dwi Meilanie. Sementara kategori atlet olahraga permainan terbaik diraih oleh Janice Tjen yang diwakili kedua orang tuanya saat menerima penghargaan.
Untuk kategori olahraga akurasi, penghargaan jatuh kepada Diananda Choirunisa. Sedangkan kategori olahraga terukur diraih oleh Martina Ayu Pratiwi.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, turut mengapresiasi langkah NOC Indonesia yang memberikan penghargaan kepada atlet dan tokoh olahraga nasional. Menurut Erick, prestasi olahraga tidak mungkin diraih tanpa dukungan para pembina dan seluruh elemen pendukung.
“Saya mengapresiasi KOI yang memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh olahraga dan para atlet. Karena mereka adalah ujung tombak ketika bendera Merah Putih bisa dikibarkan di dunia. Namun prestasi tidak mungkin tercapai tanpa dukungan para pembina,” ujar Erick.
Di sektor kepelatihan, penghargaan Best Coach diberikan kepada Muhammad Dhaarma Raj atas kontribusinya membawa prestasi bagi tim nasional hoki Indonesia. Sementara penghargaan The Rising Star diraih oleh Basral Graito Utomo.


