“Sejauh ini, aku baru sekali tampil di level J200, tepatnya di Kuala Lumpur. Waktu itu, aku lolos kualifikasi tapi kalah di babak pertama. Lawannya kuat dan rapi. Aku jadi tahu bahwa aku harus lebih giat lagi,” jelas Mischka, siswa ACS Jakarta yang memilih hanya mengikuti seri pertama turnamen ini karena komitmen sekolah.
Keputusan Mischka membuka peluang bagi Shinar untuk menargetkan gelar tunggal pertamanya di level ITF.
Dengan peringkat ke-927 dunia dan status unggulan utama di seri kedua turnamen yang sama, Shinar bertekad tampil maksimal.
Detec International Junior Championship J30 menjadi bukti bahwa regenerasi tenis Indonesia tengah berjalan positif.
Prestasi yang diraih para pemain muda ini diharapkan dapat menjadi pijakan menuju level kompetisi yang lebih tinggi serta membangun masa depan cerah bagi tenis nasional.


