Meski kalah tipis, penampilan Diananda tetap mengesankan dan berhasil menyumbangkan medali perak untuk kontingen Indonesia.
Dua Perunggu dari Nomor Compound
Selain unggul di nomor recurve, Indonesia juga menunjukkan kekuatan di nomor compound. Yurike Nina Bonita Pereira berhasil meraih medali perunggu di nomor Compound Putri Perorangan setelah menundukkan wakil Malaysia, Fatin Nurfatehah Mat Saleh, dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.
Satu lagi medali perunggu datang dari nomor Compound Mixed Team (campuran beregu) yang diperkuat oleh Nurisa Dian Ashrifah dan Prima Wisnu Wardhana. Duet ini menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan mengalahkan lawan-lawan tangguh di babak perebutan peringkat ketiga.
Apresiasi dari Ketua Umum KONI
Keberhasilan kontingen panahan Indonesia ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn. Marciano Norman. Ia menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat kepada para atlet, pelatih, dan Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) yang dipimpin oleh Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat.
“Atas prestasi membanggakan pada Piala Asia 2025 di Singapura, saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para atlet, pelatih, dan PB Perpani,” ujar Marciano.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini harus menjadi motivasi untuk evaluasi dan latihan lebih keras ke depan. Menurutnya, peningkatan kualitas melalui penerapan sport science menjadi hal yang penting dalam persiapan menuju kompetisi internasional berikutnya.


