Ia meminta seluruh pemain segera bangkit dan menyiapkan mental untuk laga perebutan perunggu.
“Para pemain harus bangkit karena masih ada satu game tersisa dan masih ada yang harus diperjuangkan. Semoga mereka bisa bounce back,” ucapnya.
Handoyo meyakini peluang Indonesia untuk meraih kemenangan tetap terbuka lebar.
Ia menilai secara kualitas, kekuatan timnas putri Indonesia tidak berada di bawah negara-negara semifinalis lainnya.
Faktor kesiapan mental menjadi kunci utama yang harus dibenahi sebelum turun ke lapangan pada laga terakhir.
“Peluang masih ada karena secara kekuatan tim kita tidak berada di bawah tim manapun di SEA Games ini. Hanya kembali lagi ke mental kita, siap atau tidak untuk bermain,” tegas Handoyo.
Ia menambahkan, pesan tersebut akan terus ditekankan kepada para pemain agar menyadari masih ada satu medali yang bisa diperjuangkan.
Dengan situasi tersebut, baik timnas putra maupun putri Indonesia kini berada pada titik yang sama: menjaga fokus, memperbaiki kesalahan, dan tampil maksimal pada pertandingan penentuan.
Medali perunggu menjadi target realistis yang diharapkan mampu menutup perjuangan Indonesia di cabang basket SEA Games 2025 Thailand dengan hasil positif.


