“Turnamen ini bukan sekadar perjuangan untuk lolos. Ini adalah momentum untuk mengukur kesiapan tim dan menantang batas kemampuan. Hasil di sini bisa menjadi indikator kesiapan menuju ajang besar lainnya,” ujar Michael.
Michael juga menyampaikan bahwa seluruh agenda pelatnas dan persiapan timnas futsal putri telah mendapat dukungan penuh dari Kemenpora, PSSI, dan FFI.
Ia memastikan bahwa pembiayaan latihan dan keikutsertaan tim dalam kejuaraan internasional telah dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Skuad Indonesia diperkuat oleh 16 pemain yang dibawa ke Thailand dan 14 pemain yang akan melanjutkan ke China.
Tim dipimpin oleh kapten senior Novita Murni, satu-satunya pemain generasi pertama futsal putri yang masih aktif hingga kini.
Novita, yang telah berusia 34 tahun, menyebut momen pelepasan tim sangat menyentuh dan memberi tambahan motivasi.
“Pak Wamen bilang: bawa nama Indonesia, terus berjuang, dan jangan takut kalah. Itu pesan yang sangat membekas buat saya dan teman-teman,” ucap Novita.
Timnas juga diperkuat oleh dua pemain muda berbakat, Fitri Sundari dan Agnes Matulapelwa, yang sama-sama berusia 19 tahun.
Keduanya disebut sebagai prospek masa depan futsal putri Indonesia.
Tim ditangani oleh pelatih asal Portugal, Luis Estrella, yang ditunjuk sejak Desember 2024. Luis merupakan mantan pemain timnas Portugal yang sebelumnya menangani tim wanita SL Benfica.
Ia sukses mengantar klub tersebut meraih gelar juara Liga Futsal Portugal dan Champions Super Cup pada musim 2023/2024.


