Pelatih kepala tim nasional, Ferly Montolalu, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PESTI, menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia di turnamen DongA Cup merupakan bagian dari agenda pembinaan dan uji tanding sebelum tampil di ajang yang lebih besar.
“Timnas Indonesia akan turun di semua kategori, baik senior maupun junior, dalam nomor tunggal dan ganda,” jelas Ferly.
Meski demikian, Ferly menegaskan bahwa tidak ada target medali yang dibebankan kepada para atlet pada turnamen ini. Fokus utama, kata dia, adalah memberikan pengalaman bertanding internasional serta mengukur kekuatan calon lawan menjelang Kejuaraan Asia yang akan diselenggarakan pada September 2025, juga di Korea Selatan.
“Turnamen ini merupakan ajang penjajakan untuk Kejuaraan Asia. Kami akan melihat perkembangan para atlet, khususnya dua junior kami yang menjadi investasi jangka panjang,” ujarnya.
Setelah mengikuti turnamen DongA Cup, Syawal dan Raihan akan langsung melanjutkan program training camp di Kota Daegu. Di bawah pengawasan pelatih lokal dan pendamping dari PESTI, mereka dijadwalkan berlatih bersama atlet-atlet muda Korea Selatan yang telah memiliki tradisi panjang di cabang olahraga ini.
Korea Selatan sendiri dikenal sebagai salah satu negara terkuat dalam cabang soft tennis, sehingga pengalaman berlatih di sana diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan atlet-atlet muda Indonesia.
Sementara itu, Ketua Harian PESTI, Joko Widodo, dalam keterangannya menyebut bahwa keberangkatan atlet muda seperti Syawal dan Raihan merupakan bagian dari strategi jangka panjang PESTI dalam membina generasi penerus.


