Sambutan lainnya juga disampaikan oleh Syaifullah, PhD
Direktur Film, Musik, dan Seni Kemenkebud, mewakili Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Dzon SS, MS.c, yang sebelumnya, pada tanggal 9 Maret, meluncurkan Vinyl Lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman.
Syaifullah, mengajak seluruh insan musik untuk terus memperkuat posisi musik Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga menyoroti pentingnya advokasi tata kelola dan konvensi musik guna membangun fondasi ekosistem musik yang lebih kokoh.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan tersebut, juga dihadiri oleh Legenda Hidup Titik Puspa dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno yang menyatakan dalam sambutannya bahwa mulai tahun depan PEMDA DKI siap memback up acara Hari Musik Nasional yang diselenggarakan oleh PAPPRI.
“Saya sedih, lambang PEMDA DKI gak ada, artinya tahun depan DKI siap memback up. Karena Jakarta pada tahun 2027 akan berusia 500 tahun, jadi sejak 2025, 2026 hingga 2027, Jakarta akan membuat kegiatan kebudayaan tingkat internasional,” tutur Titik Puspa.
Acara yang berakhir sekitar pukul 22.39 WIB tersebut, menghadirkan musisi lintas genre mulai dari keroncong, R&B, soul, pop, rock, alternative, hingga musik etnik.
Mereka adalah; Berto Pah, Irnie Wanda, Syech Rezie, Eva Aralin, Sandy Canester, Randa Oktovandi, Arya Novanda, Mahagenta, Kanda Band, Belle, Kiki Syarah, Balena, Fryda Lucyana, Keroncong Restu, band Rock Metal Lawang Pitu, dan OMOM serta Endah N Rhesa.
“Kami merasa bangga terhormat bisa tampil di Panggung PAPPRI LIVE, di Hari Musik Nasional, apalagi tampil sore hari didepan para musisi senior, ada Eyang Titik Puspa dan Wagub Rano Karno,” ungkap Asisi Basuki, pembetot bass band Lawang Pitu.


