Ia menjelaskan, frekuensi kompetisi yang konsisten sangat penting untuk membangun mental bertanding atlet muda.
Selain itu, turnamen juga menjadi sarana pemantauan kemampuan atlet dari berbagai daerah yang memiliki potensi berkembang menjadi pemain profesional.
Irawati menilai Indonesia memiliki banyak bibit atlet tenis berbakat. Namun, potensi tersebut membutuhkan wadah kompetisi dan pembinaan yang berkelanjutan agar kualitas permainan mereka terus meningkat.
“Lewat turnamen seperti ini kami ingin mencari bibit-bibit potensial sejak dini. Nantinya atlet yang memiliki kualitas bagus akan mendapat pembinaan lebih lanjut, termasuk peluang pendidikan khusus agar bisa berkembang menjadi pemain profesional,” katanya.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, IMTC juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan dan prestasi olahraga.
Para juara turnamen akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan sebagai penunjang jalur prestasi saat mendaftar ke sekolah maupun perguruan tinggi.
Menurut Irawati, pendidikan tetap menjadi prioritas utama bagi atlet muda. Karena itu, IMTC berupaya menghadirkan sistem pembinaan yang memungkinkan atlet tetap berprestasi di lapangan tanpa mengabaikan pendidikan formal.
Selain memberikan fasilitas kompetisi, sejumlah atlet potensial yang tampil menonjol juga dipantau langsung oleh Pengurus Besar Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PB Pelti) untuk mengikuti program pembinaan lanjutan.
IMTC bahkan telah mengirim beberapa pemain muda Indonesia untuk menjalani pendidikan dan pelatihan tenis di luar negeri sebagai bagian dari pengembangan kemampuan atlet menuju level internasional.


