“Jumlah UMKM yang terlibat dalam laga ini ada 100. Terima kasih kepada partisipasi UMKM dalam laga pembukaan Piala Presiden 2025,” ujar announcer dari pengeras suara stadion.
Maruarar menegaskan bahwa partisipasi UMKM di ajang Piala Presiden 2025 bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi salah satu pilar penting untuk menggerakkan roda perekonomian rakyat.
Ia menyebut kebijakan ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan kegiatan masyarakat berskala besar harus membuka peluang sebesar-besarnya bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.
“Kita sudah memberikan tempat bagi UMKM di SUGBK ini, gratis. Itu arahan Pak Presiden Prabowo dan Pak Erick (Thohir, Ketua Umum PSSI), bahwa Piala Presiden 2025 harus ada UMKM untuk menggerakkan ekonomi rakyat,” ujar Ara.
Lebih lanjut, Ara berharap kehadiran UMKM di event sepak bola seperti Piala Presiden dapat menjadi momentum yang berkelanjutan.
Menurutnya, Piala Presiden bukan hanya sekadar turnamen olahraga, tetapi juga menjadi sarana membangun kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi.
Ia menilai sinergi antara olahraga dan UMKM sangat efektif untuk mendongkrak pendapatan warga, sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat.
“Inilah yang ingin kita dorong. Bukan hanya penonton yang senang, tapi juga pelaku usaha rakyat bisa mendapatkan penghasilan tambahan,” ucapnya.
Antusiasme pengunjung terlihat tinggi terhadap berbagai produk UMKM yang tersedia di area stadion.
Dari jajanan khas nusantara, minuman segar, hingga cenderamata bertema sepak bola laris diburu suporter yang ingin menikmati pengalaman menonton sambil mencicipi kuliner lokal.


