Sementara itu, Sekda Marullah menambahkan, bertambahnya persentase penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan, berkontribusi terhadap produktivitas ekonomi dalam mendorong pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) per kapita.
Dengan demikian, kawasan aglomerasi Jabodetabekjur berkontribusi sebesar 23,8 persen terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) nasional, dengan Jakarta yang secara konsisten menjadi motor utama penggerak perekonomian Indonesia.?

“Menjelang usia lima abad, Jakarta telah menjadi pelopor yang melahirkan berbagai inovasi hingga menjadi standar kebijakan bagi kota-kota lain di Indonesia. Berbagai infrastruktur terus dihadirkan, kemudahan perizinan juga terus diupayakan, birokrasi yang semakin modern, serta perbaikan kualitas kebijakan sosial yang tepat sasaran. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dan meningkatkan kesejahteraan hidup warganya,” pungkas Sekda Marullah.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan kanal partisipasi publik penyusunan RPJMD yang dapat diakses oleh masyarakat umum di https://bappeda.jakarta.go.id/rpjmd/aspirasi.
Forum Konsultasi Publik ini dihadiri oleh Plt. Direktur Regional I Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS Uke Mohammad Hussein, Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Wilayah II Kementerian Dalam Negeri Bob Ronald Fretsy Sagala, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, para Asisten Sekda, para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, para Direktur Utama BUMD, para akademisi, praktisi, asosiasi profesi, NGO, dan lembaga masyarakat. (DaBon)


