Pendampingan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop turut mendukung keberhasilan ekosistem koperasi di Al-Ittifaq. Kemenkop berharap, model koperasi ini dapat direplikasi di pesantren-pesantren lain agar mereka bisa lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi.
Wamenkop Farida juga menegaskan pentingnya jaringan pesantren yang sudah kuat untuk menjadi jaringan pasok pangan dan memperkuat perekonomian nasional.

“Kita berharap pesantren-pesantren lain dapat belajar dari Al-Ittifaq dan dapat menduplikasi modelnya di pesantren lain, sehingga terbentuk jaringan ekonomi pesantren yang kokoh,” ujarnya.
Al-Ittifaq kini juga berperan sebagai agregator yang memfasilitasi kolaborasi antara Kopdes Merah Putih dan koperasi eksisting di sekitar wilayah tersebut. Dengan kolaborasi ini, kekuatan koperasi di tingkat lokal semakin diperkuat.
“Kami yakin, dengan sinergi seperti ini, Indonesia dapat mencapai visi Indonesia Emas 2045, dengan pondok pesantren sebagai salah satu titik tolak penguatan ekonomi nasional,” ucap Wamenkop.
Sementara itu, Ketua Kopontren Al-Ittifaq Ustad Irawan menyambut baik kunjungan Wamenkop Farida ke Kopontren Al-Ittifaq.

Hal tersebut kata Irawan, menjadi salah satu bukti bahwa pesantren itu bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, tapi juga pesantren dengan kelembagaan koperasi mampu menjawab berbagai permasalahan sosial dan ekonomi di masyarakat.


