Forum tematik digelar di 10 provinsi sebagai pilot project. Acara ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pendamping koperasi, dinas koperasi, pengurus, pengawas koperasi, organisasi masyarakat, hingga masyarakat umum.
Farida berharap, agar Kopdes Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang kuat dan mandiri. “Kami berharap koperasi existing dapat menjadi mentor bagi Kopdes Merah Putih yang baru lahir dan mulai berproses operasional,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Ketut Meniarta menuturkan, terdapat tantangan ketersediaan lahan di daerah perkotaan yang padat.
Namun pihaknya terus mencari solusi dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk TNI, untuk mendukung percepatan pembangunan dan operasionalisasi koperasi.
Selain itu, Pemerintah Pusat bersama Daerah juga mendorong pengembangan inkubator bisnis sebagai kunci penggerak usaha di koperasi desa.
“Pengurus baru juga perlu memiliki semangat kewirausahaan agar tidak kebingungan dalam menjalankan usaha koperasi,” katanya.


