Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan bahwa seluruh kebutuhan dasar pengungsi telah dipenuhi secara maksimal.
Selain itu, BNPB juga mengaktifkan Posko Terpadu Penanggulangan Bencana untuk mendata dan mengevakuasi warga, menyalurkan bantuan, serta mendokumentasikan kerusakan rumah dan infrastruktur akibat banjir.
Sebagai langkah mitigasi, BNPB telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak Selasa (4/3) hingga Sabtu (8/3).
Jika diperlukan, operasi ini akan dilanjutkan kembali pada 11-15 Maret, sesuai prakiraan cuaca BMKG yang memprediksi potensi hujan tinggi di wilayah terdampak.
“Kami akan terus memantau perkembangan cuaca dan siap melanjutkan OMC jika diperlukan untuk mengurangi risiko banjir susulan,” ujar Suharyanto.
Banjir yang melanda Kota Bekasi disebabkan oleh curah hujan tinggi serta kiriman air dari wilayah hulu.
Genangan air mencapai tiga meter di beberapa titik, menyebabkan ribuan warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan hasil kaji cepat per Rabu (5/3), banjir telah berdampak pada 16 kelurahan di 10 kecamatan. Sebanyak 61.233 jiwa dari 18.738 kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana ini.
Meski tidak ada korban jiwa, banjir menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan banyak rumah mengalami kerusakan.
Untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga berat, BNPB siap memberikan bantuan relokasi bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.
Selain itu, warga terdampak dapat menyampaikan kebutuhan darurat mereka langsung ke posko BNPB yang telah disediakan.


