“Sesuai arahan Mas Wapres, pemerintah akan mencari solusi pendanaan melalui sponsor dan skema ‘orang tua angkat’, baik dari BUMN maupun swasta. Bahkan, Mas Wapres juga bersedia menjadi Ketua Dewan Pembina PP FHI,” kata Yasser.
Dukungan tersebut semakin memperkuat optimisme PP FHI dalam mengejar target prestasi internasional. Dalam kesempatan yang sama, Yasser melaporkan bahwa performa hoki Indonesia tengah menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia, misalnya, sukses meraih medali emas pada SEA Games Kamboja 2023 dan mempertahankan gelar tersebut pada SEA Games Thailand 2025. Prestasi ini menjadi tonggak penting dalam sejarah hoki nasional.
Selain itu, Timnas Hockey Field Putra dan Putri Indonesia juga berhasil mengamankan tiket ke Asian Games 2026 di Nagoya melalui babak kualifikasi. Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas permainan sekaligus membuka peluang untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Dalam upaya memperkuat tim, PP FHI juga mengusulkan program naturalisasi pemain. Rencana ini mendapat dukungan dari Wapres Gibran sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing tim nasional.
Yasser mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mengajukan naturalisasi empat pemain hoki, terdiri dari dua atlet putra dan dua putri yang berasal dari Belanda dan Jerman. Kehadiran pemain naturalisasi dinilai penting untuk memperkuat komposisi tim, terutama dalam menghadapi persaingan ketat di Asian Games.
“Mas Wapres mendukung langkah naturalisasi ini. Target kami realistis, yakni menembus lima besar di Asian Games 2026. Juara akan langsung lolos ke Olimpiade, sementara peringkat dua hingga lima berhak mengikuti kualifikasi Olimpiade 2028,” jelas Yasser.


