Namun, seluruh kelelahan itu terbayar dengan keberhasilannya menjadi yang terbaik di SEA Games 2025 Thailand.
Keberhasilan Patricia kemudian dilengkapi penampilan impresif tim beregu Duilian Bare Handed Indonesia.
Ahmad Ghifari Fuaiz, Ahmad Ghozali Fuaiz, dan Terrence Tjahyadi tampil solid dan kompak hingga mengoleksi nilai tertinggi 9.746 poin.
Medali perak direbut pasangan Myanmar, Tin Hto Wai dan Ye Yint Tun, dengan 9.706 poin, sementara perunggu menjadi milik Mohd Firdaus Chua dan Muhammad Danis Ai dari Malaysia dengan nilai 9.626 poin.
“Kami sangat senang dan bangga bisa menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. Ini medali emas pertama kami di SEA Games Thailand 2025,” kata Ahmad Ghifari Fuaiz yang diamini oleh Ahmad Ghozali Fuaiz dan Terrence Tjahyadi.
Mereka menilai keberhasilan ini merupakan hasil latihan panjang dan kerja keras tim selama masa persiapan.
Dengan tambahan dua emas tersebut, Timnas Wushu Indonesia kini menjadi pengumpul medali terbanyak di nomor Taolu dengan total tiga emas dan tiga perak.
Posisi kedua klasemen Taolu ditempati Malaysia dengan raihan tiga emas, satu perak, dan empat perunggu, sementara Filipina berada di peringkat ketiga dengan dua emas dan satu perunggu.
Wakil Bendahara PB Wushu Indonesia (PB WI) yang juga Ketua Pengprov WI DKI Jakarta, Gunawan Tjokro, menyebut penampilan para atlet Indonesia kali ini nyaris sempurna.
Menurutnya, kualitas teknik dan eksekusi yang ditampilkan Patricia serta tim Duilian Bare Handed mendapat pengakuan dari banyak pengurus wushu negara lain.


