Pernikahan Bukan Tujuan, Tapi Proses Bertumbuh
Lewat Yakin Nikah, Pritagita menyampaikan pesan yang jarang diangkat secara ringan namun menyentuh:
“Film ini tidak menuntut siapa pun untuk menikah, tapi mengajak untuk lebih jujur pada diri sendiri—apakah cinta ini benar? Sudahkah berdamai dengan masa lalu? Apakah keputusan ini lahir dari kesadaran atau tekanan?”
Dengan latar keluarga yang familiar dan karakter-karakter yang mudah dikenali dalam keseharian kita, film ini terasa dekat dan nyata.
Imajinari dan Ernest Prakasa: Dari Gagasan ke Gerakan
Film ini juga menjadi pencapaian penting bagi Imajinari, kolektif kreatif yang lahir saat pandemi sebagai laboratorium penulisan naskah. Ernest Prakasa, sebagai Head of Script Development, menyebut film ini sebagai penanda awal Imajinari dalam perjalanan panjang perfilman Indonesia.
“Yakin Nikah adalah karya yang tumbuh dari akar. Dari diskusi-diskusi kecil, keresahan kolektif, sampai akhirnya jadi film penuh cinta. Kami berharap penonton akan pulang dari bioskop dengan senyum dan perenungan,” ujarnya.
Untuk Mereka yang Masih Bertanya: Yakin Nikah?
Dengan sentuhan humor, dialog yang cerdas, dan visual yang hangat, Yakin Nikah bukan hanya hiburan—ia adalah ajakan untuk berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: apakah kita siap mencintai dengan jujur?
Film ini akan tayang mulai 9 Oktober 2025 di seluruh bioskop Indonesia. Ikuti kisah Niken dan segala tantangan menuju pelaminan di Instagram @filmyakinnikah untuk update terbaru.


