“Jadi ini bagian dari edukasi kepada masyarakat supaya kita tidak lupa karakteristik kota Jakarta dan nanti para seniman ini yang akan mensosialisasikan dengan batas-batas seninya,” tambah dia.
“Berbeda kalau kita menonton dengan layar datar dengan kalau kita menonton seni yang dimainkan oleh manusia,” pungkas Yudha. (DaBon)


