“Ini adalah tonggak penting dalam upaya mendorong pariwisata berkelanjutan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan utama untuk investasi dan bisnis pariwisata,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.
“Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada UN Tourism yang telah menyusun panduan ini dan menyampaikan penghargaan tulus kepada semua pemangku kepentingan yang telah bekerja tanpa lelah,” ujar Menteri Pariwisata.
Sekretaris Jendral UN tourism, Zurab Pololikashvili, mengatakan pedoman investasi “Tourism Doing Business: Investing in Indonesia” adalah pedoman investasi pertama di Asia dan Pasifik. Pedoman ini menjadi langkah penting bagi UN Tourism dan juga Indonesia, karena investasi merupakan salah satu prioritas dalam pengembangan pariwisata.
“Ada banyak prioritas yang harus dikerjakan, tetapi khususnya investasi sangat penting di kawasan ini dan Indonesia memiliki banyak hal untuk ditawarkan, banyak tempat, banyak peluang,” kata Zurab.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang berpartisipasi dalam dokumen penting ini dan sekali lagi memberikan kesempatan yang baik kepada negara-negara anggota lainnya untuk melakukannya dan mempresentasikannya di Jakarta,” kata Zurab.
Direktur Eksekutif UN Tourism Natalia Bayona mengatakan, pedoman investasi ini bersifat teknis serta memiliki latar belakang ekonomi. Di dalam pedoman juga mencakup promosi investasi pariwisata.
“Jadi kami membuat metodologi untuk membantu investor menemukan proyek dan tentu saja menemukan fakta-fakta utama yang dapat membantu mereka membuat uji tuntas yang baik” kata Natalia***


