JAKARTA,TERMINALNEWS.CO— Dalam suasana hangat penuh semangat kolaborasi, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa masa depan kebudayaan Indonesia tidak bisa dibangun sendirian oleh pemerintah. “Intinya adalah bagaimana membangun ekosistem budaya — ekosistem sastra, musik, film, dan lainnya — secara bersama-sama,” ujarnya usai menerima kunjungan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kebudayaan, Rahayu Saraswati, di Jakarta.
Pertemuan tersebut membuka babak baru kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Keduanya sepakat untuk memperkuat sinergi lintas sektor agar kebudayaan tak lagi dipandang sebatas warisan, tetapi juga motor ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Rahayu Saraswati menyebut, dunia usaha siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menerjemahkan kebijakan budaya menjadi aksi nyata di lapangan.
“Kita ingin memastikan bahwa ada pendekatan praktis—practical approach—untuk mengimplementasikan regulasi yang sudah ada. Pelaku industri perlu paham arah kebijakan dan peran mereka di dalamnya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penyatuan langkah antara Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Kalau kita lihat di Prancis atau Rusia, urusan budaya dan ekonomi kreatif menjadi satu kesatuan. Kita bisa belajar dari sana,” tambahnya.
Menbud Fadli menyambut ide itu dengan rencana konkret: pembentukan forum diskusi bersama pada November mendatang. “Kita akan gelar FGD untuk menyelaraskan arah kebijakan, khususnya dalam pembangunan ekosistem budaya dan industri kreatif agar lebih komprehensif,” katanya.


