Donald Trump: Sulit bagi Rakyat Iran Menggulingkan Pemerintah di Tengah Perang

WASHINGTON, TERMINALNEWS.CO – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui bahwa rakyat Iran kemungkinan akan menghadapi kesulitan besar jika ingin menggulingkan pemerintahan negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Donald Trump pada Jumat (waktu setempat), setelah sebelumnya selama beberapa bulan ia kerap menyerukan agar rakyat Iran bersiap turun ke jalan dan merebut kekuasaan setelah serangan bom berhenti.

Dalam wawancara dengan pembawa acara Brian Kilmeade di Fox News Radio, Trump mengatakan bahwa upaya menggulingkan rezim tanpa senjata bukanlah hal mudah.

“Saya benar-benar berpikir itu rintangan besar bagi orang-orang yang tidak memiliki senjata,” ungkap Donald Trump ketika ditanya apakah ia masih yakin rakyat Iran harus bangkit melawan pemerintah mereka.

Menurut Donald Trump, kemungkinan itu tetap ada, tetapi tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

“Hal itu akan terjadi, tetapi mungkin tidak segera,” kata Donald Trump.

Kirim Marinir ke Timur Tengah

Pernyataan Donald Trump muncul di tengah laporan bahwa pemerintahannya telah mengirim sekitar 2.200 marinir Amerika Serikat ke Timur Tengah menggunakan tiga kapal angkatan laut. Langkah tersebut dipandang sebagai indikasi potensi eskalasi lebih lanjut dalam konflik Iran.

Baca Juga :   Indonesia Pimpin Langkah ASEAN Menuju Aturan Global Royalti Musik Digital
pul 37
Deretan mesin perang AS (timeofisrael)

Pada awal serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Donald Trump berulang kali menyerukan agar rakyat Iran bersiap mengambil alih lembaga-lembaga negara setelah serangan udara berhenti dan menggulingkan rezim yang berkuasa.

Namun, penilaian terbaru pemerintah AS menyebutkan bahwa kepemimpinan Iran masih relatif utuh dan belum berada di ambang keruntuhan, meskipun telah hampir dua pekan menjadi target pemboman oleh Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Kamis malam mengatakan ia tidak dapat memastikan apakah rakyat Iran benar-benar akan bangkit menggulingkan pemerintahnya ketika waktunya tiba.

Meski demikian, Netanyahu menyebut bantuan yang dijanjikan kepada pihak yang menentang rezim telah mulai berdatangan dan akan terus bertambah.

Ketika ditanya kapan perang Iran akan berakhir, Donald Trump memberikan jawaban yang tidak biasa.

“Saat saya merasakannya. Saat saya merasakannya dalam tulang saya,” jelas Donald Trump.

Donald Trump juga ditanya mengenai kondisi pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Menurutnya, Khamenei kemungkinan masih hidup meskipun mengalami kerusakan atau cedera akibat perang.

Baca Juga :   Indonesia–World Intellectual Property Organization Perkuat Kerja Sama Kekayaan Intelektual Global

“Saya pikir dia terluka, tetapi mungkin masih hidup dalam suatu bentuk,” ujar Donald Trump.

Khamenei sendiri belum terlihat di depan publik sejak terpilih menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran. Ia dilaporkan terluka dalam serangan awal perang.

Donald Trump juga menyatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, mungkin memberikan bantuan terbatas kepada Iran.

“Saya pikir dia mungkin sedikit membantu Iran. Dan mungkin dia berpikir kami membantu Ukraina,” tutur Donald Trump.

Sebelumnya, laporan media menyebut Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran mengenai target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk lokasi kapal perang dan pesawat militer AS.

Namun utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengatakan Rusia telah membantah tuduhan tersebut.

Donald Trump juga mengungkapkan bahwa saat ini Amerika Serikat belum memiliki rencana khusus untuk mengamankan lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya tinggi milik Iran.

“Tidak, sama sekali tidak. Kami tidak fokus pada itu,” tandas Donald Trump.

Menurut Donald Trump, fokus utama saat ini adalah menghancurkan kemampuan militer Iran, khususnya rudal dan drone.

Baca Juga :   “Ratu Natal” Kembali Bertakhta: Mariah Carey Pecahkan Rekor Sepanjang Masa Billboard

“Kami sedang menghancurkan rudal dan drone mereka. Kami bahkan tidak menyangka akan sejauh ini. Kami telah menghancurkan hampir 90 persen rudal mereka,” tandas Donald Trump.

Meski menolak rencana langsung mengirim pasukan darat untuk mengambil uranium tersebut, pemerintah AS tetap mengerahkan satu unit ekspedisi marinir, yakni 31st Marine Expeditionary Unit, yang beranggotakan sekitar 2.200 personel ke Timur Tengah.

Unit tersebut sebenarnya ditempatkan secara permanen di Jepang, tetapi kini diperintahkan menuju kawasan Timur Tengah.

Pasukan ini juga dilengkapi dengan jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II serta pesawat tilt-rotor Bell Boeing V-22 Osprey.

Sejak serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada Juni lalu, Iran juga menolak menunjukkan lokasi cadangan uranium yang diperkaya tinggi serta menolak memberi akses kepada inspektur dari International Atomic Energy Agency untuk memeriksa fasilitas pengayaan nuklirnya.

Donald Trump bahkan tidak menutup kemungkinan mengirim pasukan darat ke Iran di masa depan untuk mengamankan stok uranium yang diperkaya tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia Lewat BWB Expo 2026

DENPASAR, TERMINALNEWS.CO – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan...

Video Live Sarwendah Viral, Netizen Bereaksi Keras dan Ruben Onsu Tuai Dukungan Rekan Artis

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO – Polemik yang melibatkan Sarwendah dan mantan suaminya,...

Arab Saudi Mulai Siapkan Haji 2027, Kontrak Layanan dan Akomodasi Dibuka Lebih Awal

ARAB SAUDI,TERMINALNEWS.CO -| Pemerintah Arab Saudi mulai mengambil langkah...

BGN Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis, Fokus pada Efektivitas dan Kelompok Prioritas

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan penataan...