LONDON, TERMINALNEWS.CO – Liga Inggris atau Premier League resmi merilis pernyataan setelah laporan terbaru mengungkap fakta mengejutkan: mayoritas fans menolak penggunaan VAR (Video Assistant Referee).
Sejak diperkenalkan pada 2019, VAR diharapkan mampu meminimalkan kesalahan wasit dan meningkatkan kualitas pertandingan. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Teknologi ini kerap memicu kontroversi hampir setiap pekan.
Mayoritas Fans Tidak Puas Berdasarkan Survei
Organisasi Football Supporters’ Association (FSA) melakukan survei terhadap pendukung dari 20 klub peserta Liga Inggris musim ini. Hampir 8.000 fans ikut berpartisipasi, dan hasilnya sangat mencolok:
- 75% fans menolak VAR
- 90% merasa VAR tidak meningkatkan pengalaman menonton di stadion
- 91% menilai VAR merusak spontanitas selebrasi gol
- 94% menyebut VAR tidak membuat siaran TV lebih menarik
VAR Menghilangkan Esensi Sepak Bola
Manajer jaringan FSA, Thomas Concannon, menilai hasil ini sebagai bukti kuat bahwa fans menginginkan VAR dihapus.

Menurutnya, banyak suporter merasa frustrasi karena:
- Proses pengecekan yang terlalu lama
- Akurasi yang masih diperdebatkan
- Hilangnya momen emosional dalam sepak bola
Ia juga menyoroti fenomena keputusan “offside tipis” yang sering membatalkan gol, meski hanya selisih sangat kecil.
“Sepak bola seharusnya tentang momen spesial, tapi VAR justru menghilangkannya,” tegas Concannon.
Ia menambahkan bahwa meskipun liga dan klub ingin memastikan keputusan tepat—mengingat besarnya uang yang terlibat—hal itu seringkali terasa tidak adil bagi suporter.
Sebagai catatan, Liga Inggris merupakan salah satu kompetisi dengan nilai ekonomi terbesar di dunia, dengan pendapatan mencapai miliaran pound sterling setiap musim (setara puluhan triliun rupiah).


