JAKARTA,TERMINALNEWS.CO — Industri perfilman Indonesia kembali membuka ruang bagi lahirnya generasi baru pembuat film. Netflix bersama Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) meluncurkan program “Cerita Anak Nusantara”, sebuah kompetisi sekaligus wadah pengembangan ide cerita film panjang bertema anak, remaja, dan keluarga Indonesia.
Program yang didukung Netflix Fund for Creative Equity ini hadir sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan akan tontonan keluarga yang berkualitas, aman, dan dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Kesuksesan film animasi “Jumbo” (2025) yang mampu menembus lebih dari 10 juta penonton menjadi bukti bahwa cerita keluarga memiliki tempat istimewa di hati penonton Tanah Air.
Melalui “Cerita Anak Nusantara”, para sineas muda diberi kesempatan untuk mengembangkan gagasan orisinal menjadi treatment skenario yang matang. Sebanyak sepuluh finalis terpilih akan mengikuti serangkaian lokakarya dan sesi pendampingan bersama para filmmaker berpengalaman yang telah memiliki rekam jejak dalam film bertema anak dan keluarga.
Director of Global Affairs Southeast Asia Netflix, Ruben Hattari, mengatakan bahwa semakin banyak keluarga yang meluangkan waktu untuk menonton bersama. Karena itu, diperlukan lebih banyak cerita yang dapat dinikmati berbagai kalangan usia sekaligus memantik percakapan yang bermakna di dalam keluarga.
Ketua Umum APROFI, Edwin Nazir, menegaskan bahwa film anak dan keluarga bukanlah genre kecil. Menurutnya, cerita yang kuat merupakan investasi terbaik bagi masa depan industri film Indonesia dan menjadi cerminan bagaimana bangsa ini memandang generasi penerusnya.


