8. Isack Hadjar (Red Bull)
Hadjar mendapat promosi besar ke Red Bull dan akan menjadi tandem baru Max Verstappen. Musim lalu ia finis ke-12 dan mencatat 10 kali finis poin, termasuk satu podium di Belanda.
Meski begitu, AI hanya menempatkannya di posisi kedelapan, mengisyaratkan bahwa Red Bull mungkin tidak lagi sedominan sebelumnya.
7. Max Verstappen (Red Bull)
Ini mungkin prediksi paling mengejutkan. Juara dunia empat kali itu diperkirakan hanya finis ketujuh. AI menilai Red Bull belum menjadi yang tercepat dalam tes pramusim, meski fokus pada keandalan dan performa balapan dengan mesin baru.
Walau begitu, kemampuan Verstappen tetap diyakini mampu menghadirkan kemenangan dan konsistensi poin.
6. Lewis Hamilton (Ferrari)
Ferrari diprediksi tampil lebih kuat dibanding 2025. Namun AI tetap menempatkan Hamilton di posisi keenam—sama seperti musim lalu saat ia meraih 156 poin tanpa satu pun podium.
Meski tampil solid saat tes pramusim, Hamilton dinilai kemungkinan akan berperan sebagai pendukung di awal musim.
5. George Russell (Mercedes f1 driver)
Sebelumnya, superkomputer sempat memprediksi Russell akan menjadi juara dunia 2026 dengan torehan 394 poin. Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp15.500 per dolar AS, angka itu setara sekitar Rp6,1 juta—meski tentu poin tidak memiliki nilai uang langsung.
Namun AI justru menempatkannya di posisi kelima. Mercedes dinilai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dan berpotensi rutin naik podium.
4. Kimi Antonelli (Mercedes)
Antonelli diprediksi finis keempat, meningkat dari posisi ketujuh musim lalu. Tiga podium berhasil ia raih pada musim debutnya, meski empat kali gagal finis menjadi kendala.
Tes pramusim yang impresif membuatnya diyakini bisa bahkan mengungguli Russell dalam era regulasi baru ini.


