LONDON, TERMINALNEWS.CO – Cristiano Ronaldo diperkirakan akan menjalani Piala Dunia terakhir dalam kariernya pada edisi 2026. Bintang yang kini berusia 41 tahun itu telah menjadi bagian dari tim nasional Portugal di berbagai turnamen besar sejak Euro 2004 dan berhasil mempersembahkan gelar Euro 2016. Namun, trofi Piala Dunia masih menjadi satu-satunya gelar bergengsi yang belum pernah diraihnya.
Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan keenam Ronaldo di ajang tersebut sekaligus kemungkinan terakhirnya untuk mengejar mimpi mengangkat trofi paling prestisius dalam sepak bola dunia. Sepanjang lima edisi sebelumnya, pemain Al Nassr itu mencatatkan delapan gol dan dua assist dalam 22 pertandingan.
Prestasi terbaik Portugal bersama Ronaldo di Piala Dunia terjadi pada 2006 ketika mereka finis di posisi keempat. Setelah itu, Selecao das Quinas tersingkir di babak 16 besar pada 2010 dan 2018, gagal lolos dari fase grup pada 2014, serta terhenti di perempat final pada 2022.
Meski telah melewati masa keemasannya, Ronaldo masih menunjukkan ketajamannya di level internasional. Menjelang turnamen, ia sukses mencetak 10 gol dalam 10 penampilan terakhir bersama Portugal, sebuah catatan yang menunjukkan bahwa dirinya tetap berpotensi menjadi ancaman bagi lawan.
Namun, performanya di Euro 2024 sempat menjadi sorotan. Ronaldo gagal mencetak gol dalam lima pertandingan yang seluruhnya ia jalani sebagai starter sebelum Portugal disingkirkan Prancis di babak perempat final.
Mengapa Ronaldo Berdiri Menyamping Saat Lagu Kebangsaan?
Selain penampilannya di lapangan, Ronaldo juga kerap menarik perhatian sebelum pertandingan dimulai. Salah satu kebiasaan yang sering terlihat adalah posisinya yang berbeda saat lagu kebangsaan Portugal, “A Portuguesa”, dikumandangkan.
Ketika para pemain Portugal berdiri berjajar menghadap ke depan, Ronaldo sering kali memilih berdiri sedikit menyamping. Tindakan tersebut bukan tanpa alasan.
Kapten Portugal itu sengaja mengubah posisinya agar tetap dapat menghadap ke arah bendera Portugal yang berkibar di stadion. Baginya, hal tersebut merupakan bentuk penghormatan dan rasa cinta terhadap negaranya.
Tradisi tersebut telah dilakukan Ronaldo selama bertahun-tahun sebagai simbol patriotisme dan penghargaan kepada tanah kelahirannya. Meski dianggap unik oleh sebagian orang, kebiasaan itu tetap menjadi bagian dari ritualnya sebelum pertandingan.


