Dalam sambutannya, Ajeng Parameswari, mewakili BION Studios, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luar biasa dari Pemerintah Kota Solo dan Keraton Solo.
“Kehangatan yang kami rasakan di Solo sungguh luar biasa. Solo bukan hanya latar cerita Ambyar Mak Byar, tapi juga akar dari budaya yang ingin kami perkenalkan ke seluruh Indonesia. Dukungan dari Pemkot Solo dan Keraton menjadi semangat besar bagi kami untuk terus menyebarluaskan karya ini,” ujar Ajeng Parameswari, Produser dan Chief of Business Stream & BION Studios.

Sebagai highlight acara, para pemain film seperti GKR Timoer Rumbai, Annisa Hertami, dan Dyah Novia hadir menyapa penonton dan berbagi cerita seputar pembuatan film.
Tak hanya itu, GKR Timoer, yang merupakan bagian dari keluarga Keraton Solo, turut membagikan pandangannya.
“Film ini adalah bagian dari budaya kita yang harus dijaga. Melihat campursari dihidupkan
kembali melalui layar lebar membuat saya ikut bangga atas terselenggaranya proyek ini,”
ungkap GKR Timoer.
Acara juga dimeriahkan oleh penampilan Dyah Novia yang membawakan dua lagu campursari
populer: Ojo Nangis dan Full Senyum. Dengan iringan Bakar Musik yang merupakan musisi lokal campursari pop Jawa, suasana pagi itu berubah menjadi ajang nostalgia sekaligus kebanggaan warga Solo. Keseruan Panggung Ambyaran semakin lengkap dengan bagi-bagi merchandise yang dilakukan saat acara berlangsung.

Setelah acara ini, antusiasme masyarakat Solo terus berlanjut dengan digelarnya Special
Screening Film Ambyar Mak Byar pada 30 Desember 2024 di Solo Paragon XXI yang
mendapatkan animo tinggi, hingga tiketnya terjual habis.


