Rencana pengembangan ke depan mencakup pembangunan club house, area latihan tambahan, serta peningkatan layanan akomodasi atlet dan tim.
Fasilitas ini akan menunjang ambisi Indonesia untuk menjadikan turnamen ini naik kelas ke level ITF Challenger Tour.
Petenis nasional Lucky Candra Kurniawan yang turut hadir dalam konferensi pers menyambut baik kehadiran turnamen ini.
Menurutnya, kejuaraan seperti ini sangat penting bagi atlet Indonesia untuk mengukur kemampuan melawan lawan tangguh dari luar negeri.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya turnamen seperti ini. Kami bisa menghemat biaya perjalanan dan sekaligus mendapat pengalaman bertanding di rumah sendiri. Ini sangat berharga untuk perkembangan karier kami,” ujarnya.
Sementara itu, juara seri pertama dan kedua, Max Basing dari Inggris, juga hadir sebagai bukti bahwa turnamen ini telah menarik minat petenis internasional berbakat.
Pihak penyelenggara optimis bahwa jika seluruh sarana pendukung telah terpenuhi, Amman Men’s World Tennis Championship dapat naik tingkat menjadi turnamen Challenger dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta tenis dunia.
“Turnamen seperti ini bukan hanya tempat bertanding, tapi juga membentuk karakter atlet – disiplin, sportivitas, dan semangat kompetitif. Dengan konsistensi dan dukungan semua pihak, Indonesia akan semakin dikenal di kancah olahraga internasional,” tutup Lani Sardadi.


