“Ide musik justru muncul saat gue dan Rizky main gitar di kantor Mas Yoni Wijoyo, seorang lighting designer. Dari situ diskusi aransemen berjalan, lalu kita buat demo. Demo itu gue perdengarkan ke Rai D’Masiv, dan dia langsung nawarin ngisi bass,” cerita Arul.
Tak hanya Rai D’Masiv, lagu ini juga melibatkan sejumlah musisi papan atas Indonesia. Lordy Wijaya (keyboardis Rewind dan Seno Funky) mengisi bagian keyboard, sementara proses mixing dipercayakan kepada Lulud Pambudi, sound engineer ternama yang telah bekerja dengan Kahitna, Isyana Sarasvati, The Adams, dan banyak musisi besar lainnya.
Kejutan datang ketika Lulud mengganti track drum demo dengan permainan Dede Kumala, additional drummer dari BIP, yang memberi warna baru pada lagu tersebut.
“Hasil akhirnya benar-benar di luar ekspektasi kami. Jauh lebih matang dan emosional. Kami bersyukur, di awal perjalanan Bend Of The Rivers, kami sudah dipertemukan dengan banyak orang baik dan musisi hebat,” tambah Fuad.
Sedikit kilas balik, Bend Of The Rivers terbentuk pada pertengahan 2024. Arul Ansori dikenal sebagai teknisi band yang pernah bekerja dengan Erwin Gutawa Band, PADI, dan DRIVE. Saat ini, Arul masih aktif sebagai teknisi vokal Rian D’MASIV, sekaligus dikenal sebagai pencipta lagu termasuk “Tak Terbalas”, single pertama DRIVE yang mengantarkan band tersebut ke puncak popularitas.
Sementara itu, Fuad Abdala Datau merupakan seorang graphic designer dan gitaris yang rutin tampil dalam format akustik di Joinkopi, Jakarta Selatan.


