Rotasi Pemain dan Strategi Coach Aef
Coach Aef Barlian memanfaatkan laga terakhir ini untuk memberi kesempatan bermain kepada pemain-pemain pelapis. Sejak menit ke-32 babak pertama, ia mulai melakukan rotasi besar-besaran, total tujuh pergantian pemain dilakukan hingga menit ke-53.
“Biasanya setelah unggul, kami memang beri menit bermain bagi pemain cadangan. Kali ini juga karena pertandingan sudah tak menentukan lagi,” ujar Aef usai laga.
Tidak Targetkan Juara, Tapi Persembahkan Gelar
Pemilik klub H. Firdaus, yang juga pimpinan Remaja Masa Depan, mengaku awalnya Bina Mutiara tidak menargetkan juara di Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025. Namun, persaingan ketat di papan atas membuat motivasi tim meningkat.
“Begitu poin mulai saling kejar dengan Farama, saya akhirnya memberikan bonus Rp100 ribu per pemain jika menang di dua laga terakhir,” ungkap Firdaus sambil tersenyum.
Apakah bonus tambahan menanti setelah Bina Mutiara juara? “Saya pikirkan,” jawabnya singkat. “Yang utama, anak-anak harus dibina agar tak terlalu terfokus pada hal-hal yang bersifat materi.”
Bintang Kranggan Finis Ketiga, Achmat Nabil Raih Sepatu Emas
Di laga lain, Bintang Kranggan menang tipis 1-0 atas UMS dan memastikan diri finis di posisi ketiga klasemen, menggeser Batavia FC.

Sementara itu, penghargaan Sepatu Emas Liga Jakarta U17 diberikan kepada striker ABC Wirayudha, Achmat Nabil, yang sukses mencetak 29 gol sepanjang musim. Trofi diserahkan langsung oleh I Gede Widiade, pemilik Pancoran Soccer Field sekaligus penutup resmi kompetisi tahun ini.

