“Dengan edukasi yang tepat, tempe bisa diterima masyarakat Amerika Serikat. Saya yakin suatu hari tempe bisa sejajar dengan tofu,” kata Xenia.
Pionir ekspor tempe, Cucup Ruhiyat, menambahkan bahwa tempe telah masuk ke pasar Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Arab Saudi, Korea Selatan, hingga ASEAN.
“Tempe kini menjadi pilihan utama vegan di banyak negara karena kandungan gizinya yang luar biasa,” ungkapnya.
Forum Tempe Indonesia (FTI), yang berdiri sejak 2008, terus mendorong peningkatan kualitas dan higienitas produksi tempe.
Sekjen FTI, M. Ridha, menyebut bahwa FTI telah mengkurasi ratusan pengrajin tempe di seluruh Indonesia yang dapat diakses publik melalui situs resmi mereka, www.mytempe.id.
Platform MyTempe juga hadir di media sosial seperti Instagram (@mytempe_id) dan YouTube (MyTempe Indonesia) sebagai sarana edukasi dan promosi budaya tempe.
Melalui kanal ini, FTI berupaya menghubungkan konsumen dengan produsen tempe yang sudah memenuhi standar keamanan pangan.
Meski Hari Tempe Nasional diperingati setiap 6 Juni, perayaan tahun ini digelar pada 14 Juni karena berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha.
Namun momentum ini tetap menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk menjaga dan memajukan tempe sebagai warisan budaya Indonesia yang kini menuju pengakuan dunia.


