
Suasana semakin pecah ketika Hans Sinjal, vokalis Grassrock, ikut tampil membawakan “Peterson”, “Bersamamu”, dan “I Don’t Want to Miss a Thing” dari Aerosmith.
Momen tersebut menjadi puncak nostalgia yang menyatukan euforia dan kenangan dalam satu malam penuh distorsi.
Usai parade band, giliran para DJ mengambil alih panggung. DJ Febry A’w membuka segmen EDM dengan sentuhan electronic rock, menciptakan atmosfer baru di dance floor.
Penampilan dilanjutkan oleh FDJ Amelles yang memukau dengan permainan beat dan visual panggung yang memesona.
Sebagai penutup, DJ Ryandri menghadirkan dentuman terakhir malam itu. Beat energik yang ia sajikan membuat pengunjung bertahan hingga larut, menari di bawah cahaya lampu dan ledakan suara yang menggema.
Dengan konsep lintas genre yang berani, Jakarta Rocktober: Distorsi & Drop 2025 sukses membuktikan bahwa rock mungkin berevolusi, tapi tak akan pernah mati.
*Toni Bramantoro, Pengamat musik rock tanah air


