“Sampel itu kemudian disimpan dalam bank sampel. Kenapa disimpan dalam bank sampel, ketika jemaah nanti sudah sampai ke arah Saudi, jika tidak terjadi kasus maka sampel itu tidak dipergunakan,” ujarnya.
Yusri bersyukur, hingga kelompok terbang (kloter) tujuh belum ada jemaah yang mengeluh sakit akibat makanan. Namun, jika nantinya terjadi maka sampel itu akan diperiksa ke laboratorium.
“Apakah benar dari makanan kita (katering) atau makanan lain milik jemaah,” ucapnya.
Selain makanan katering, sebut Yusri, pihaknya juga mengambil sampel di kantin dan penjual makanan di pelataran asrama haji. Hal itu dilakukan agar pihaknya bisa menganalisa jika ditemukan kasus.
“Alhamdulillah selama ini masih aman, dan makanan yang disediakan pihak katering pun sesuai dengan kesepakatan menu di awal. Dari awal pihak Kemenag sudah ada standar menunya dan kita juga ada, kemudian dari Arnoby menyesuaikan,” kata Yusri.
Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Azhari menyebutkan, setiap jemaah yang masuk ke asrama haji akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir untuk memastikan jemaah layak terbang.
“Memastikan kondisi kesehatan jemaah adalah hal utama sebelum berangkat. Alhamdulillah selama ini jemaah kita dalam kondisi sehat,” katanya.
PPIH sudah menyiapkan makanan sesuai standar kesehatan yang ditetapkan. Panitia juga memastikan keamanan pangan dengan melakukan pengawasan dan uji sampel makanan.
“Hal ini untuk menjaga kesehatan dan kelancaran jemaah dalam menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci sehingga jemaah aman dan nyaman,” ucapnya.


