Menurutnya, Jember memiliki banyak generasi muda berbakat yang telah mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, pemerintah daerah ingin memberikan ruang agar kisah mereka dapat menginspirasi anak-anak lain yang masih berjuang menggapai cita-cita.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Chelsea. Di usianya yang baru 11 tahun, ia tampil percaya diri menjawab berbagai pertanyaan dan bahkan menunjukkan kemampuan berbahasa Mandarin di hadapan para peserta.
Chelsea berbagi cerita tentang perjalanan meraih prestasi yang tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku pernah merasakan kegagalan dan rasa gugup saat tampil di depan banyak orang. Namun pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga untuk terus berkembang.
“Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda,” ujar Chelsea.
Pesan yang sama juga disampaikan Ning Ghyta. Ia menegaskan bahwa kesungguhan dan kerja keras merupakan kunci utama untuk mewujudkan mimpi, sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh perjalanan karier Icha Yang.
“Man jadda wajada. Dengan kesungguhan yang luar biasa, lihat Kak Icha Yang ini sungguh luar biasa,” kata Ning Ghyta.
Sementara itu, Icha Yang mengaku terharu dapat kembali ke kampung halamannya dan memperoleh dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten Jember. Penyanyi yang dikenal melalui lagu-lagu Mandarin itu menyebut perhatian yang diberikan pemerintah daerah menjadi energi baru untuk terus berkarya di panggung internasional.
“Icha sangat bangga karena Bupati langsung turun tangan untuk mensupport Icha. Sukses untuk Jember,” ungkapnya.


