JAKARTA,TERMINALNEWS.CO— Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan dukungannya terhadap penyelenggaraan Gameseed 2026 sebagai ajang strategis untuk melahirkan talenta-talenta pengembang gim Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional. Program kompetisi dan inkubasi gim terbesar di Indonesia itu dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan industri gim kini telah berkembang menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar dalam menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Industri gim bukan lagi sekadar hobi. Gim menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif dengan potensi raksasa yang mampu menciptakan nilai tambah tinggi dan lapangan kerja baru. Kementerian Ekraf berkomitmen penuh memastikan para developer lokal tidak berjuang sendirian untuk naik level dan bersaing di panggung global,” ujar Riefky.
Gameseed 2026 resmi dibuka melalui siaran langsung di Discord dan YouTube pada 13 Juni 2026. Acara pembukaan tersebut diikuti lebih dari 850 penonton dan menandai dimulainya proses kompetisi sekaligus inkubasi selama tiga bulan bagi para peserta.
Menurut Riefky, Gameseed bukan hanya ajang perlombaan, melainkan sarana pembinaan yang dirancang untuk membantu pengembang gim membangun produk yang berkelanjutan dan memiliki daya saing pasar.
Direktur Gim Kementerian Ekraf, Luat Sihombing, menambahkan bahwa tantangan industri saat ini tidak hanya terletak pada kemampuan teknis membuat gim, tetapi juga pada pemahaman aspek bisnis. Karena itu, peserta didorong memahami dinamika pasar, manajemen pengembangan produk, hingga kemampuan melakukan penyesuaian strategi agar tetap relevan.


