JAKARTA, TERMINALNEWS.CO — Operator kompetisi I.League resmi menyiapkan turnamen baru bertajuk League Cup atau Piala Liga yang akan menjadi kompetisi pendamping Super League Indonesia.
Turnamen ini dirancang sebagai ajang tambahan di luar kompetisi utama dan hanya akan diikuti oleh klub-klub dari Super League dan Championship.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa League Cup memiliki perbedaan mendasar dengan Piala Indonesia yang berada di bawah naungan PSSI. Turnamen baru ini sepenuhnya menjadi agenda kompetisi internal I.League dengan format yang disesuaikan untuk dua kasta tertinggi sepak bola nasional.
“League Cup berbeda dengan Piala Indonesia karena di bawah PSSI. Ini adalah turnamen baru yang kita siapkan, dan formatnya jelas hanya melibatkan klub di Super League dan Championship,” kata Asep dalam acara League Talk di Kantor I.League, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Meski konsep turnamen sudah disiapkan, Asep mengaku pihaknya belum dapat merinci format lengkap penyelenggaraan edisi perdana League Cup. Saat ini, I.League masih melakukan penyempurnaan konsep kompetisi agar sesuai dengan kalender pertandingan klub peserta.
Namun demikian, ia membocorkan bahwa League Cup kemungkinan akan berlangsung dalam durasi sekitar enam hingga tujuh pekan, termasuk hingga tahap final. Dengan format tersebut, turnamen ini diharapkan dapat menjadi kompetisi singkat namun tetap kompetitif bagi seluruh peserta.
“Untuk format detail masih kami matangkan. Tapi rencananya turnamen ini akan berlangsung sekitar enam sampai tujuh pekan sampai partai final,” ujarnya.
Asep menambahkan bahwa penyelenggaraan League Cup juga harus memperhatikan padatnya jadwal klub-klub Indonesia yang tampil di kompetisi domestik maupun internasional. Klub seperti Persib Bandung dan Borneo FC yang akan mewakili Indonesia di kompetisi Asia dipastikan akan mendapatkan penyesuaian jadwal khusus.
Menurutnya, pada musim depan sejumlah klub berpotensi tampil di empat kompetisi sekaligus, sehingga diperlukan pengaturan jadwal yang lebih fleksibel agar tidak mengganggu performa tim di berbagai ajang.
“Kami juga akan melakukan penyesuaian jadwal, terutama untuk klub yang bermain di kompetisi Asia seperti Persib dan Borneo FC, karena mereka akan menghadapi empat kompetisi sekaligus musim depan,” kata Asep.
Selain jadwal, I.League juga akan menyesuaikan regulasi pemain asing dalam ajang League Cup. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan dan aspek keadilan kompetitif, terutama ketika klub dari kasta berbeda saling bertemu.
Jika di Super League klub diperbolehkan menurunkan hingga 11 pemain asing, aturan tersebut tidak akan diberlakukan dalam League Cup. Pembatasan akan diterapkan agar pertandingan tetap memberikan ruang yang adil bagi klub dari Championship yang memiliki komposisi pemain asing lebih sedikit.
Asep menegaskan bahwa prinsip fairness menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan regulasi turnamen baru ini.
“Regulasi pemain asing juga akan disesuaikan. Tidak seperti di Super League yang bisa sampai 11 pemain asing. Di League Cup akan dibatasi agar ada unsur keadilan, terutama jika klub Super League bertemu klub Championship yang hanya memiliki tiga pemain asing,” ujarnya.
League Cup sendiri menjadi kompetisi baru yang diharapkan dapat menambah intensitas pertandingan sepak bola nasional sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi klub-klub untuk mengembangkan skuad dan memberikan menit bermain kepada pemain.
Sebelumnya, Indonesia pernah memiliki kompetisi serupa melalui Piala Indonesia yang terakhir kali digelar pada musim 2018/2019. Turnamen tersebut melibatkan 128 tim dari berbagai level kompetisi, mulai dari Liga 1 hingga Liga 3.
Pada edisi terakhir Piala Indonesia, PSM Makassar berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan agregat 2-1 dalam final dua leg. Kompetisi tersebut saat itu menjadi salah satu turnamen paling bergengsi di luar liga domestik.
Dengan hadirnya League Cup, I.League berharap dapat menghidupkan kembali atmosfer kompetisi piala nasional dengan format yang lebih modern, terstruktur, dan sesuai kebutuhan klub profesional saat ini.
Turnamen ini juga diproyeksikan menjadi sarana pembinaan pemain muda, rotasi skuad, serta penguatan daya saing klub Indonesia di level regional maupun internasional.
Meski masih dalam tahap finalisasi, League Cup dipastikan akan menjadi bagian penting dari kalender sepak bola nasional musim depan. I.League menargetkan turnamen ini dapat meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memberikan hiburan tambahan bagi pecinta sepak bola di Indonesia.


