MIAMI, TERMINALNEWS.CO – Tim nasional Uruguay mengalami kendala serius menjelang pertandingan perdana mereka di Piala Dunia 2026.
Pesawat yang membawa skuad asuhan Marcelo Bielsa dilaporkan tidak diizinkan terbang ke Amerika Serikat karena masalah administrasi, sehingga mengganggu persiapan terakhir mereka sebelum menghadapi Arab Saudi di Grup H.
Menurut laporan jurnalis Romain Molina, pesawat Uruguay tertahan di Meksiko akibat sejumlah dokumen yang belum lengkap.
Situasi tersebut memicu kekacauan antara federasi sepak bola Uruguay dan FIFA, serta berpotensi menyebabkan pembatalan konferensi pers resmi yang diwajibkan sebelum pertandingan.
Molina menulis di media sosial X bahwa pesawat tim nasional Uruguay tidak mendapat izin untuk melanjutkan perjalanan ke Miami karena persoalan administrasi yang seharusnya bisa diselesaikan lebih awal.
“Bencana organisasi baru. Pesawat tim nasional Uruguay tidak diizinkan menuju Amerika Serikat karena masalah administrasi. Mereka dijadwalkan bermain melawan Arab Saudi besok malam di Miami, tetapi kini harus menunggu penerbangan pengganti,” tulis Molina.
Laporan yang beredar menyebutkan bahwa keterlambatan diperkirakan mencapai tiga jam. Akibatnya, konferensi pers Marcelo Bielsa berisiko dibatalkan. Jika itu terjadi, Uruguay dapat dikenai sanksi denda oleh FIFA sesuai regulasi turnamen.

Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai nominal denda, dalam sejumlah kompetisi FIFA sebelumnya pelanggaran kewajiban media dapat berujung pada hukuman finansial yang nilainya mencapai puluhan ribu dolar AS. Jika mengacu pada denda sebesar US$20.000, nilainya setara sekitar Rp326 juta (kurs Rp16.300 per dolar AS).
Insiden yang menimpa Uruguay menambah daftar masalah logistik yang mewarnai pekan pertama Piala Dunia 2026. Sejumlah pemain, pelatih, staf tim, hingga wasit dilaporkan mengalami kesulitan terkait prosedur masuk ke Amerika Serikat yang semakin ketat.
Situasi ini juga menimbulkan sorotan terhadap kesiapan penyelenggaraan turnamen yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sebelumnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat menegaskan bahwa negara tuan rumah akan menyambut seluruh peserta dan tamu turnamen dengan baik.
Terlepas dari masalah perjalanan yang mereka hadapi, Uruguay tetap dianggap sebagai salah satu kandidat kuda hitam di Piala Dunia 2026. Juara dunia dua kali tersebut tampil cukup solid selama kualifikasi zona CONMEBOL dengan finis di posisi keempat klasemen.
Di bawah arahan pelatih Marcelo Bielsa, Uruguay meraih tujuh kemenangan dari 18 pertandingan kualifikasi, termasuk kemenangan penting atas Brasil dan Argentina.
Kekuatan Uruguay juga ditopang gelandang Federico Valverde yang menjadi motor permainan tim, serta penyerang Darwin Núñez yang kerap tampil lebih tajam saat membela negaranya.
Uruguay kini berharap persoalan administrasi tersebut segera terselesaikan agar mereka dapat fokus menghadapi Arab Saudi. Pasalnya, lawan mereka bukan tim yang bisa dianggap remeh setelah pernah mengejutkan dunia dengan mengalahkan Argentina pada fase grup Piala Dunia 2022.
Dengan waktu persiapan yang semakin mepet, gangguan perjalanan ini berpotensi menjadi hambatan besar bagi Uruguay dalam upaya memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan hasil positif.


