Pandangan tersebut diperkuat oleh Dr. Joe Harrianto Setiawan yang menilai dunia komunikasi dan bisnis memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya kesetaraan. Ia menegaskan bahwa LSPR berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kemampuan menciptakan peluang yang inklusif.
Apresiasi juga datang dari Fermita Guchany. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting untuk membuka wawasan masyarakat bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki bakat, kreativitas, dan kemampuan yang tidak kalah luar biasa jika diberikan ruang untuk berkembang.
Memasuki sesi utama pada siang hari, suasana NASSA Valley berubah menjadi ruang pembelajaran yang hangat dan penuh semangat. Sebanyak 30 siswa dan alumni SLB Al-Gaffar Guchany berusia 8 hingga 25 tahun mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk memperkenalkan pengalaman dunia kerja secara langsung.
Melalui simulasi profesi yang dikembangkan bersama mitra industri, para peserta diajak mengenali berbagai bidang pekerjaan sekaligus membangun rasa percaya diri terhadap kemampuan yang mereka miliki. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman berharga yang memperlihatkan bahwa kesempatan berkarya terbuka bagi siapa saja.
Pada waktu yang sama, para orang tua dan wali murid mengikuti talkshow bertema “Kenali dan Dukung Potensi Disabilitas”. Menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman, sesi ini membahas pentingnya dukungan keluarga sebagai fondasi utama dalam proses tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.


