Dari Wasit PON Yang Dihajar Pemain MENUNGGU ERICK THOHIR DILENGSERKAN REZIM PRABOWO SUBIANTO

Hingga rezim Soeharto lengser, ketum PSSI selalu dipilih Soeharto, yaitu dari Bardosono, kemudian Ali sadikin (1977 – 1981), sekaligus melahirkan wadah kompetisi GALATAMA (Liga Sepak Bola Utama), Sjarnubi Saidi (1982 – 1983), Kardono (1983 – 1991), dan Azwar Anas (1991 – 1999).

Di era Habibie, sebagai Presiden RI ke-3, karena hanya satu tahun, tidak sempat memikirkan PSSI. Namun, saat Gus Dur atau Abdulrachman Wahid, sebagai Presiden RI-4, lagi-lagi Gus Dur juga menunjuk Agum Gumelar sebagai ketum PSSI, 1999 – 2003. Karena Gus Dur dilengserkan DPR-MPR RI, maka saat Megawati melanjutkan sisa kepemimpinan sebagai Presiden RI ke-5, tidak sempat memikirkan PSSI. Kecuali, Agum Gumelar, dipindah sebagai ketua KONI Pusat.

Baca Juga :   Membaca Tragedi Sumatera Dengan Kacamata ‘Green Criminology’

Maka lahirnya Kongres PSSI 2003 di Hotel Indonesia. Untuk mencari ketum PSSI yang baru, menggantikan Agum Gumelar. Saat itu, terpilihnya Nurdin Halid. Saat itu, eforia jaman reformasi, terkesan seolah-olah bebas sebebas-bebasnya. Hingga, Nurdin Halid, berani melakukan jual beli suara di toilet atau di kamar-kamar dalam waktu istirahat 30 menit, untuk mengalahkan Jacob Nuwa Wea, Menteri Tenaga Kerja, kabinet Megawati.

Inilah, awal muasal, budaya jual beli pemilik suara di sepak bola nasional.

Memasuki Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), lagi-lagi ikut campur ke intern organisasi PSSI. Awalnya, Nurdin Halid, yang sudah dijadikan tersangka dua kali, dalam penyelundupan beras dan gula, sudah dihukum masuk pernjara. Masih ngotot menjadi ketua umum PSSI, terbukti dalam Kongres PSSI 2007 di Makassar, Nurdin Halid terpilih sebagai ketum PSSI periode kedua, secara aklamasi.

Baca Juga :   Hendri Ch Bangun Wajib Dipertahankan Sebagai Ketua PWI Pusat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Monster Pabrik Rambut Angkat Horor Budaya Kerja Toksik, Edwin: Monster Sebenarnya Adalah Sistem yang Tidak Manusiawi

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO -| Film horor fantasi terbaru Monster Pabrik Rambut...

Joe Taslim Dalami Peran Jurnalis Investigasi Lewat Dokumenter Human Trafficking, Siap Tampil Garang di The Furious

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO – Aktor laga Indonesia Joe Taslim mengaku melakukan...

Float Rayakan Proses Bertumbuh Lewat Single Baru “The Mirror Song (Constant Changes)”

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO -| Merajut harmoni kehidupan melalui musik selama lebih...

Alien Jatuh di Madura, Bayu Skak Hadirkan Komedi Sci-Fi Segar Lewat Film Foufo

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO — Bayangkan jika sebuah UFO benar-benar jatuh di...