Dalam adu penalti, SDN Jatiwaringin 2 tampil lebih tenang. Dua eksekutor mereka, Chantika Aulia Varisha dan Nuri Maulinda, sukses menjalankan tugas, sementara satu tendangan lainnya gagal. Skor 2-0 memastikan SDN Jatiwaringin 2 meraih gelar juara KU 10 setelah sebelumnya hanya menjadi runner-up di Seri 1.
Kesuksesan penyelenggaraan MLSC Bekasi Seri 2 juga tercermin dari meningkatnya jumlah peserta. Turnamen ini diikuti oleh 1.164 peserta dari 76 sekolah, meningkat dibandingkan Seri 1 yang mencatat 1.036 peserta dari 67 sekolah. Jumlah tim juga bertambah dari 92 tim menjadi 105 tim, terdiri dari 31 tim KU 10 dan 74 tim KU 12.
Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto, mengapresiasi peningkatan partisipasi tersebut.
Menurutnya, hal ini menjadi indikator positif bagi perkembangan sepak bola putri di tingkat usia dini. Ia berharap dukungan dari sekolah terus meningkat agar ekosistem pembinaan dapat terjaga.
“Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan bahwa pembinaan berjalan ke arah yang tepat. Kami berharap akan muncul lebih banyak talenta dari Bekasi,” ujarnya.
Pelatih Kepala MLSC Bekasi Extra Training, Joni Setiawan, menambahkan bahwa kualitas permainan peserta pada Seri 2 mengalami peningkatan signifikan.
Ia bahkan mengaku mulai menemukan sejumlah pemain potensial untuk mengikuti program lanjutan MilkLife Soccer Challenge All Stars.
“Perkembangan pemain sangat terlihat. Kami mendapatkan banyak talenta baru, bahkan cukup sulit menentukan pemain terbaik karena kualitasnya merata,” kata Joni.


