Melalui seluruh program tersebut, GSI menargetkan promosi dan edukasi mengenai geothermal dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda.
Sepak bola dipandang sebagai media yang efektif untuk memperkenalkan pemanfaatan energi bersih dan ramah lingkungan secara inovatif dan mudah diterima publik.
Menpora Erick Thohir menyampaikan apresiasi terhadap langkah GSI yang dinilai konsisten menghadirkan terobosan dalam industri olahraga dan energi.
Erick menegaskan bahwa pemerintah mendukung penuh pelaksanaan program GSI, terutama yang berkaitan dengan pembinaan usia muda.
“Kami berharap GSI segera melaksanakan kompetisi tersebut pada tahun 2026. Program seperti ini sangat baik untuk ekosistem sepak bola nasional sekaligus mendukung agenda besar energi hijau Indonesia,” kata Erick dalam sambutannya.
Di akhir agenda, Ketua GSI Carson Hakama kembali menekankan pentingnya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan panas bumi, maupun pelaku jasa penunjang energi.
Carson berharap model pembinaan berbasis geothermal dapat menjadi kontribusi nyata bagi masa depan sepak bola Indonesia.
“Harapan kami, bibit-bibit unggul sepak bola Indonesia dapat lahir dari lapangan panas bumi menuju lapangan hijau nasional,” ujar Carson.
Dengan pengembangan dua program utama tersebut, GSI menegaskan komitmennya menjadi pionir sinergi antara energi hijau dan olahraga nasional.
Jika berjalan sesuai rencana, tahun 2026 akan menjadi momentum lahirnya talenta muda baru serta meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya energi geothermal sebagai sumber daya masa depan.


