PSSI menilai bahwa pengurangan satu slot pemain asing menjadi tujuh dapat menjadi solusi win-win, yakni tetap menjaga kualitas kompetitif liga dengan mempertahankan kehadiran pemain asing berkualitas, namun juga memberi ruang lebih luas kepada pemain lokal untuk tampil secara reguler.
Dengan dikirimkannya surat resmi dari PSSI, bola kini berada di tangan PT LIB sebagai operator resmi kompetisi.
Diharapkan dalam waktu dekat, PT LIB dapat menggelar rapat bersama para perwakilan klub untuk mengevaluasi dan merumuskan regulasi baru yang sejalan dengan arahan federasi.
Beberapa klub diketahui mendukung usulan tersebut, terutama yang telah lama berinvestasi dalam pembinaan pemain muda.
Namun tidak sedikit pula yang berharap ada masa transisi yang cukup agar klub dapat menyesuaikan strategi rekrutmen dan komposisi skuadnya.
PSSI menegaskan bahwa perubahan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi potensi komersial liga, tetapi untuk menciptakan keseimbangan antara prestasi dan regenerasi.
“Sepak bola Indonesia hanya bisa maju jika klub dan federasi berjalan seirama. Menyiapkan pemain muda yang berkualitas adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Erick.
Dengan arah kebijakan baru ini, publik menantikan bagaimana respon klub-klub peserta I League, serta implementasi nyata di lapangan yang akan berdampak langsung pada perkembangan kualitas tim nasional Indonesia di masa mendatang.


