Teuku Riefky menilai kekuatan ekonomi kreatif Indonesia saat ini lahir dari kolaborasi komunitas dan generasi muda yang mampu menghadirkan ide-ide segar. Menurutnya, industri kuliner kini telah berkembang menjadi sektor yang melibatkan berbagai aspek kreatif, mulai dari branding, pemasaran digital, hingga pembangunan komunitas pelanggan.
“Kuliner bukan lagi sekadar soal memasak. Di dalamnya ada kreativitas, konten digital, branding, hingga koneksi dengan audiens. Karena itu, generasi muda tidak perlu ragu untuk memulai usaha. Kuncinya adalah kreatif, konsisten, dan terus membangun ekosistem bersama,” katanya.
Ia menambahkan, subsektor kuliner masih menjadi tulang punggung ekonomi kreatif nasional. Sektor ini memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif, yakni mencapai 40,27 persen atau hampir Rp648 triliun. Selain itu, kuliner juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan sekitar 15,58 juta pekerja, di mana lebih dari separuhnya berasal dari generasi muda berusia di bawah 42 tahun.
Festival Burger Dunia dinilai menjadi salah satu sarana untuk memperkuat ekosistem kuliner nasional melalui promosi, kolaborasi, dan perluasan jejaring bisnis lintas sektor. Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah berharap lahir lebih banyak merek kuliner lokal yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Pendiri Aldi’s Burger, Aldi Taher, mengatakan festival tersebut dirancang sebagai ruang bersama bagi berbagai pelaku usaha kuliner, baik UMKM maupun merek yang telah berkembang lebih besar.


