Keberhasilan sejumlah film Indonesia meraih lebih dari 10 juta penonton dalam setahun terakhir dinilai bukan sekadar pencapaian komersial, melainkan cerminan kedekatan cerita-cerita lokal dengan pengalaman masyarakat Indonesia. Di saat yang sama, bioskop dan platform streaming berkembang sebagai dua kanal distribusi yang saling melengkapi dan memperluas jangkauan karya anak bangsa.
Ketua Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni, menegaskan bahwa FFI harus terus menjadi barometer perkembangan industri sekaligus ruang evaluasi untuk memastikan pertumbuhan perfilman berlangsung sehat dan berkelanjutan.
Nirina dan Morgan Jadi Wajah FFI 2026
Peluncuran FFI 2026 juga memperkenalkan dua duta festival, yakni Nirina Zubir dan Morgan Oey. Keduanya dipilih karena dianggap merepresentasikan kualitas, dedikasi, dan semangat regenerasi dalam industri perfilman nasional.
Sepanjang rangkaian FFI 2026, Nirina dan Morgan akan terlibat dalam berbagai program edukasi, kampanye publik, serta kegiatan apresiasi yang bertujuan mendekatkan film Indonesia kepada masyarakat luas.
Penjurian Lebih Adaptif, Akses Kian Luas
Tahun ini FFI juga menghadirkan sejumlah pembaruan. Ketua Bidang Penjurian, Budi Irawanto, menjelaskan bahwa proses penilaian film cerita panjang kini dilakukan melalui tiga tahapan, yakni seleksi awal, penentuan nominasi, dan pemilihan pemenang.
Pembaruan tersebut merupakan respons atas berbagai masukan dari publik dan pelaku industri agar sistem penjurian semakin transparan serta mampu mencerminkan standar artistik dan profesional tertinggi.


