Lebih jauh, sektor gastronomi juga dinilai memiliki efek berganda yang besar karena melibatkan banyak pelaku dalam rantai ekonomi, mulai dari petani, nelayan, UMKM, hingga pengusaha kuliner di berbagai daerah. Karena itu, penguatan wisata gastronomi diyakini mampu memperluas pemerataan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.
Wamenpar menilai tren perjalanan global saat ini menunjukkan meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman autentik yang berbasis budaya lokal. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengangkat kuliner Nusantara bukan hanya sebagai pelengkap perjalanan, melainkan sebagai alasan utama wisatawan berkunjung.
Dalam ajang tersebut, Kementerian Pariwisata juga mengapresiasi hadirnya kategori “Wonderful Indonesia Favorite Flavor” yang memberikan penghargaan kepada merchant kuliner unggulan di destinasi prioritas pariwisata. Kategori ini diharapkan dapat mendorong pelaku usaha untuk terus menjaga kualitas, melestarikan kuliner khas daerah, dan memperkuat citra gastronomi Indonesia di pasar global.
Selain itu, Wamenpar menyoroti kemitraan yang telah terjalin antara Grab Indonesia dan program Wonderful Indonesia sejak 2018. Kolaborasi tersebut dinilai berkontribusi dalam memperluas promosi pariwisata nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan selama berada di berbagai destinasi di Indonesia.
Menutup sambutannya, Ni Luh Puspa berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemicu bagi pelaku usaha kuliner untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.|Sumber Kemenpar RI


