“Petaka Gunung Welirang menyajikan kisah horor yang akan membuat penonton merinding, namun sekaligus mengharukan dari cerita persahabatannya. Penonton akan melihat bagaimana mereka berjuang untuk keluar dari Alas Lali Jiwo dan saling membantu di tengah situasi yang penuh ancaman,” ujar Chand.
Sementara itu, sutradara Indra Gunawan mengungkapkan bahwa proses produksi film berlangsung dengan tantangan yang tidak ringan. Beberapa adegan diambil langsung di lokasi-lokasi yang identik dengan jalur pendakian Gunung Welirang.
“Proses syuting sangat menantang karena kami mengambil beberapa lokasi yang memang ikonik di sepanjang jalur pendakian Gunung Welirang, termasuk air terjun yang memiliki keindahan luar biasa namun menyimpan energi magis yang kuat,” kata Indra.
Bagi Antonio Blanco Jr, film ini menjadi pengalaman pertamanya menjalani proses syuting di jalur pendakian gunung. Menurutnya, kondisi medan yang berat menjadi tantangan tersendiri selama produksi berlangsung.
Selain menghadirkan ketegangan, Antonio menilai film ini juga mengandung pesan penting mengenai penghormatan terhadap kepercayaan lokal dan pentingnya mengendalikan ego dalam kehidupan sehari-hari.
Hal serupa disampaikan Giulio Parengkuan yang memerankan karakter Arga. Ia menilai karakter yang diperankannya menjadi pengingat bahwa sikap egois dapat membawa dampak buruk bagi orang-orang di sekitar.
Sementara Alika Jantinia menyoroti pesan mengenai kejujuran dan adab selama berada di alam terbuka. Menurutnya, film ini menunjukkan bahwa seorang pendaki harus memiliki niat yang baik dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di tempat yang dikunjungi.


