Iqbaal Ramadhan, yang memerankan Ian menambahkan, melalui perannya di film
“Perayaan Mati Rasa” dirinya juga dituntut untuk lebih memperkaya keaktorannya
dengan menyampaikan lapisan emosi yang lebih subtil namun terasa meyakinkan
dan penonton bersimpati dengan karakternya.
“Ian Antono adalah karakter yang menurutku memberikan pelajaran penting dalam
perjalananku sebagai aktor. Ada kedewasaan dalam menyampaikan emosi-emosi
yang sebenarnya sangat manusiawi, tetapi bagaimana kemudian mengolahnya
menjadi karakter yang meyakinkan. Sehingga penonton juga dapat menemukan resonansinya terhadap apa yang dilalui Ian,” kata pemeran dan produser eksekutif “Perayaan Mati Rasa” Iqbaal Ramadhan.

Film “Perayaan Mati Rasa” juga memberikan pendekatan yang kini jarang ditemui di
perfilman Indonesia, ketika menghadirkan sebuah band Midnight Serenade, yang juga menciptakan karya-karya lagu yang bukan hanya dibawakan di dalam film, tetapi juga dapat dinikmati di dunia nyata. Midnight Serenade, dengan lagu “Laut” yang juga menjadi OST film ini, juga hadir di panggung-panggung live show, termasuk salah satunya ketika tampil saat Sinemaku Day 2025 x Festival Perayaan Mati Rasa.
Ini menjadi penyegaran perfilman Indonesia, ketika di dalam ceritanya ada sebuah band, yang kemudian dihidupkan dan digarap secara serius dengan merilis beberapa single hingga EP, alih-alih sekadar tempelan untuk kebutuhan
artistik film.
Iqbaal, bersama Devano, Randy, dan Dul Jaelani bersama-sama menciptakan musik yang menjadi bagian dari cerita dan filmnya.


